Pahami Konjungtivitis Agar Kita Bisa Mencegahnya Menular Semakin Cepat

Apakah Anda pernah mengalami mata merah dan gatal—yang pada awalnya hanya terjadi pada satu mata, tapi karena Anda tak tahan maka Anda gosok dan kucek sehingga makin parah dan menular ke mata yang lain?

Jika hal ini sekarang sedang terjadi pada Anda, maka kemungkinan besar Anda terkena konjungtivitis.

Apa itu konjungtivitis? Apa yang menyebabkannya? Dan, benarkah bahwa penyakit mata merah ini bisa menular, hanya dengan saling berpandangan mata?

Wah, banyak sekali pertanyaan terbit di benak Anda ya? Mari kita bahas penyakit itu sampai tuntas. Simak terus artikel ini ya.

Apa Itu Konjungtivitis?

Konjungtivitis, atau biasa disebut juga dengan penyakit mata merah, merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering terjadi pada masyarakat. Penyakit ini terjadi akibat peradangan pada lapisan tipis dan transparan di depan mata, atau yang disebut dengan konjungtiva.

Mata seorang penderita konjungtivitis akan terlihat merah, bengkak dan terasa nyeri, namun biasanya tidak sampai memengaruhi ketajaman penglihatannya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, dari 135 ribu orang yang menderita sakit mata, 99 ribu di antaranya adalah para penderita penyakit mata merah ini. Penyakit ini juga terdaftar sebagai 10 besar penyakit yang paling sering diidap oleh penduduk Indonesia.

Apa Penyebab Konjungtivitis?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan konjungtiva mengalami peradangan, sehingga penyakit mata merah pun terjadi, di antaranya:

  • Infeksi yang terjadi karena kuman
  • Alergi atau reaksi alergi, contohnya terkena tungau, debu, atau serbuk sari.
  • Iritasi yang terjadi akibat mata terkena unsur penyebab iritasi, seperti sampo, atau bulu mata yang menggesek mata.

Selain beberapa penyebab di atas, ada pula beberapa faktor peningkat risiko Anda terkena konjungtivitis, yaitu:

    • Terpapar alergen, atau zat penimbul alergi
    • Kontak langsung dengan jari, air mata, ataupun sapu tangan orang yang terkena konjungtivitis.
    • Terlalu lama menggunakan lensa kontak, misalnya selama seminggu lebih tidak dilepas.

Apa Saja Gejala Konjungtivitis?

Gejala yang muncul saat menderita mata merah bisa berbeda antara satu penderita dengan yang lainnya. Biasanya tergantung pada penyebabnya, tetapi secara umum gejalanya bisa berupa:

  • Kemerahan pada satu mata atau kedua mata
  • Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata
  • Pengeluaran kotoran mata yang lengket dari satu mata, atau kedua mata (belekan). Kotoran ini bisa membentuk kerak, sehingga kelopak mata sulit dibuka.
  • Mata berair

Bagaimana Penularan Konjungtivitis?

Penularan bisa saja terjadi saat kuman yang ada pada mata yang sakit berpindah ke mata yang sehat. Penularan ini juga bisa terjadi pada satu orang ke orang yang lainnya.

Bagaimana cara kuman penyakit ini berpindah?

Yang paling sering terjadi adalah karena tangan Anda sendiri. Tangan kita ini, baik secara sengaja atau tidak sengaja, akan mengucek atau menggosok mata yang gatal.

Jika sebelumnya Anda tidak mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian Anda memegang mata yang sehat, maka … Voila! Mata yang sehat pun mendapat kiriman dari mata yang sakit.

Itulah mengapa, penyakit konjungtivitis ini begitu mudah mewabah, terutama di lokasi berkumpulnya banyak orang, seperti di sekolah, pesantren, maupun tempat kerja.

Jadi, bukan menular melalui pandangan mata, seperti yang dipercaya oleh kita semua selama ini ya. Tetapi, lebih karena tangan Anda sendirilah yang menyebarkannya.

Kalau Penyakit Ini Dibiarkan, Berbahayakah?

Penyakit mata merah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika tak sembuh juga dalam jangka waktu tertentu, maka lama kelamaan penyakit ini pun menyebar dan bisa mengenai bagian yang lebih dalam dari mata.

Akibatnya, bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Atau, bahkan lebih parah, karena bisa sampai menyebabkan kebutaan.

Betapa sangat disayangkan kalau penyakit yang sebenarnya gampang diobati ini malah membuat kita kehilangan daya penglihatan. Anda juga perlu waspada, karena ada penyakit mata lain yang punya gejala yang sama dengan konjungtivitis, tetapi lebih serius.

Oleh karena itu, ayo diperiksakan ke dokter jika tak kunjung sembuh. Akan lebih baik lagi, kalau Anda segera memeriksakan diri begitu gejala-gejalanya hadir. Karena pengobatan dini dari dokter tidak hanya akan membantu Anda untuk cepat sembuh, tetapi juga bisa mencegah orang-orang di sekitar Anda tertular—mengingat penyakit ini begitu mudah menular.

Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Mengobati Konjungtivitis?

Sebenarnya konjungtivitis merupakan penyakit yang umum terjadi , dan bisa sembuh tanpa pengobatan.  Namun, untuk mengurangi gejala mata merah, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah, di antaranya:

  • Berikan kompres pada mata dengan menggunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air yang juga bersih.
  • Tetes obat air mata buatan.
  • Apabila sakit masih berlanjut atau semakin parah, segera berobat ke dokter untuk diberi tambahan obat.

Yuk, kita cegah agar konjungtivitis tak terjadi pada Anda dan keluarga!

Walaupun sangat menular,tapi penyakit ini cukup mudah untuk disembuhkan, bahkan dapat dicegah dengan mudah juga.

Prinsipnya, siapa saja bisa terkena konjungtivitis, karena penyakit ini sangat menular, sehingga kebersihan diri dan lingkungan menjadi dua hal yang sangat penting untuk dijaga.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan konjungtivitis:

  • Jangan menggaruk atau menyentuh mata yang sakit.
  • Cuci tangan teratur, bila tidak ada air dan sabun, gunakan cairan pembersih tangan antiseptik atau hand sanitizer.
  • Hindari penggunaan barang pribadi penderita secara bersama-sama, seperti handuk, kain pembersih muka, alat kosmetik, dan benda lain yang dipakai di mata.
  • Ganti seprai, bantal, dan handuk secara teratur.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa itu konjungtivitis, tahu cara mengobati, dan cara penularannya ya? Maka, yuk, bersama kita cegah penyakit ini agar tak semakin menyebar.

Salam sehat!

Credit Title

  • Penulis                 : Willy Irawan
  • Editor 1                : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer  : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1          : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D
  • Redaktur 2          : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

  1. Khurana AK. Disease of the Conjunctiva. Dalam : Khurana AK. Author.Comprehensive   Opthalmology. Ed. 4th. New Delhi : New Age International.2007
  2. American Academy of Ophthalmology. Cornea/External Disease Panel . Preferred Practice Pattern Guidelines: Conjunctivitis-Limited Revision. American Academy of Ophthalmology; San Francisco, CA: 2011.
  3. Cronau H, Kankanala RR, Mauger T. Diagnosis and management of red eye in primary care. Am Fam Physician. 2010
  4. https://www.cdc.gov/Features/Conjunctivitis/
  5. https://www.aao.org/eye-health/diseases/pink-eye-conjunctivitis
  6. https://www.nhs.uk/conditions/conjunctivitis/

Mungkin Anda juga menyukai