Pertolongan Pertama pada Penyakit Stroke: Kenali, Waspadai dan Lakukan dengan Tepat!

Sudahkah Anda mendengar mengenai penyakit stroke? Pasti sudah ya.

Zaman sekarang, di era modern ini, penyakit stroke tak hanya menyerang mereka yang telah lanjut usia saja, tetapi juga bisa terjadi pada Anda yang  berusia lebih muda.

Mengapa hal ini terjadi? Tak lain adalah disebabkan oleh pola makan yang tak terkontrol, serta pola hidup yang semakin tak seimbang.

Penyakit stroke merupakan penyebab kematian nomor 3 di Indonesia, dan fakta inilah yang menyebabkan stroke dinyatakan sebagai kondisi gawat darurat yang bisa terjadi. Selain itu, serangan stroke juga bisa terjadi kapan saja, tak kenal waktu.

Penting bagi kita semua untuk mengetahui apa saja yang harus diperhatikan, jika dalam satu waktu, kita harus melakukan pertolongan pertama terhadap serangan penyakit stroke pada mereka yang kambuh saat sedang beraktivitas.

Jangan sampai karena niat ingin membantu menangani, namun kita justru membahayakan sang penderita, karena kita kurang tahu bagaimana penanganannya dengan tepat.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S (K)., Ph.D, seorang dokter spesialis syaraf yang juga seorang konsultan Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Yuk, kita mengenal penyakit stroke lebih dalam, dengan menyimak artikel ini sampai selesai.

Tanda dan Gejala Penyakit Stroke yang Harus Diwaspadai

Menurut dr. Ismail, masyarakat perlu tahu tanda dan gejala penyakit stroke, sehingga apabila serangan tiba-tiba terjadi, siapa pun bisa memberikan pertolongan dengan tepat.

Keterangan gambar: gejala penyakit stroke menurut National Stroke Association

Dr. Ismail selanjutnya menyebutkan, setidaknya ada 7 tanda dan gejala stroke, yaitu:

  1. Tiba-tiba mengalami kelemahan anggota gerak, baik bagian kanan maupun kiri
  2. Tiba-tiba mengalami kesemutan separuh anggota gerak, baik kanan maupun kiri
  3. Tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran
  4. Tiba-tiba mengalami kesulitan bicara atau pelo, bahkan mulut menjadi pencong atau perot
  5. Tiba-tiba tidak bisa bicara
  6. Tiba-tiba buta separuh pandang, tidak bisa melihat di bagian kanan atau kiri
  7. Tiba-tiba mengalami gangguan fungsi luhur, atau yang biasa disebut pikun

Apabila seseorang mengalami salah satu tanda dan gejala tersebut di atas, maka haruslah segera memeriksakan diri lebih lanjut ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter spesialis.

“Jangan melakukan tindakan apa pun yang bisa memperlambat pengiriman pasien ke rumah sakit terdekat,” jelas dr. Ismail lebih lanjut. “Yang perlu dipahami betul adalah keluarga harus tenang dan pasien harus ditenangkan. Segera mencari teman atau orang lain yang bisa membantu untuk membawa pasien ke rumah sakit.”

Pada prinsipnya, dalam kasus serangan stroke ada istilah jendela terapi, atau therapy window, yaitu waktu antara serangan stroke terjadi hingga sang pasien mendapatkan pertolongan pertama oleh dokter terhadap serangan stroke-nya.

Mengacu pada American Health Association, waktu jendela terapi ini adalah 3 jam, yang merupakan titik krusial penanganan terhadap stroke yang menyerang. Jangan sampai pertolongan datang dalam waktu yang melebihi jendela terapi ini, karena bisa berakibat lebih fatal.

Nah, sekarang, pastinya Anda ingin tahu juga kan, apa saja yang sekiranya bisa menyebabkan terjadinya penyakit stroke?

Beberapa Penyebab Penyakit Stroke dan Faktor Risiko yang Perlu Diketahui

Pada prinsipnya, setiap orang mempunyai faktor risiko penyakit stroke yang harus dikontrol.

Faktor risiko adalah suatu keadaan yang menyebabkan seseorang rentan terhadap penyakit tertentu. Untuk orang yang sudah pernah terserang penyakit stroke, maka ia pun wajib melakukan kontrol ke dokter, untuk mengetahui apakah faktor risikonya terkendali, atau justru ada yang harus diwaspadai.

“Kalau kita menjumpai pasien dengan faktor risiko penyakit stroke ini, maka jangan tunda lagi untuk segera menemui dokter, dan kontrol minimal sebulan sekali.” Demikian wanti-wanti dr. Ismail.

Lebih lanjut, dr. Ismail juga menyebutkan, bahwa faktor risiko penyakit stroke ada 2, yaitu:

  1. Faktor risiko yang bisa dikendalikan:
    • Hipertensi
    • Diabetes Melitus, atau kencing manis
    • Merokok
    • Hiperkolesterolemia, atau peningkatan kadar kolesterol
    • Obesitas, atau kegemukan
  2. Faktor risiko yang tak bisa dikendalikan:
    • Usia
    • Keturunan
    • Jenis kelamin

Dari faktor risiko yang disampaikan oleh dr. Ismail di atas, kita pastinya lantas dapat mengusahakan sesuatu kan, demi terhindar dari penyakit stroke? Di antaranya:

  1. Konsumsi gula dengan tidak berlebihan, agar terhindar dari diabetes melitus atau penyakit kencing manis.
  2. Konsumsi lemak dibatasi, atau dalam jumlah yang cukup, agar kadar kolesterol kita tak berlebihan
  3. Cukup aktivitas fisik, sekaligus tak kekurangan waktu untuk istirahat
  4. Rajin berolahraga
  5. Mengatur pola hidup yang teratur, agar pikiran kita pun tenang sehingga terhindar dari stres berlebihan.

Bergabunglah dengan Komunitas yang Sesuai

Salah satu cara untuk menghindari dan memulihkan diri dari penyakit stroke adalah dengan menemukan teman atau orang lain yang mempunyai perjuangan yang sama.

Ya, setelah berbagai langkah penanganan dan pencegahan, dr. Ismail juga menambahkan satu hal lagi dalam proses pemulihan pasca serangan penyakit stroke, yaitu dengan melatih para pasien stroke—yang sering disebut dengan IPS (Insan Pasca Stroke)—agar bisa mandiri lagi, juga bisa kembali lancar beraktivitas dan bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu tempat yang tepat bagi para pasien stroke untuk memulihkan kondisi pasca serangan adalah Komunitas Happy Embung, sebuah perkumpulan pasien yang menjalani pemulihan pasca serangan penyakit stroke yang ada di Yogyakarta.

Dipelopori oleh Yayasan Stroke Indonesia, Komunitas Happy Embung ini menjadi tempat berkumpulnya Insan Pasca Stroke yang berdomisili di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Koordinator Komunitas Happy Embung, Bapak Iskandar, mengatakan, bahwa Happy Embung merupakan sarana motivasi bagi sesama Insan Pasca Stroke, karena tak mudah bagi para Insan Pasca Stroke ini untuk mau kembali bersosialisasi dengan lingkungannya lagi.

Maka, dengan bergabung ke komunitas ini, para Insan Pasca Stroke diharapkan dapat kembali mandiri dan punya rasa percaya diri lagi, terutama nanti saat mereka kembali ke lingkungannya.

Bertempat di Embung Tambakboyo, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, para Insan Pasca Stroke berkumpul dan bergembira bersama. Setiap hari Selasa dan Sabtu pagi, mereka akan menjalani beberapa aktivitas yang menyenangkan, seperti jogging, menyanyi, makan bersama, hingga doa bersama untuk kesembuhan sesama Insan Pasca Stroke.

Usia mereka rata-rata memang sudah tak muda lagi. Namun, hal tersebut tak membuat mereka surut dalam semangat untuk saling berbagi dan menyemangati.

Dengan dukungan yang sebesar itu, maka sesuai dengan harapan kita semua, bahwa para Insan Pasca Stroke bisa kembali hidup normal seperti sediakala.

Ya, penyakit stroke memang bisa menyerang siapa saja, sehingga kita harus sadar akan tanda, gejala dan pencegahannya. Mari kita saling menjaga, selain tentunya menjaga diri kita sendiri dari serangan penyakit stroke yang tak kenal waktu dan usia.

Salam sehat!

Credit Title

  • Penulis                         : Carolina N. Ratri
  • Redaktur                     : dr. Fatwa Sari Tetra Dewi,MPH.,Ph.D

Referensi

Liputan Video inahealthtv  https://www.youtube.com/channel/UCVFXlRBBlPQjMcRWLyhKZFA

 

Mungkin Anda juga menyukai