Stroke – Kini Mengintai Para Usia Muda. Waspadalah!

Anda ingat Ade Namnung? Ya, ia adalah seorang artis, komedian dan presenter, yang kemudian harus wafat di usia produktifnya, yaitu 34 tahun. Ade Namnung mengalami serangan jantung akut setelah sebelumnya dirawat karena stroke tahun 2012 yang lalu.

Ade Namnung barangkali hanya satu nama artis yang terkena akibat dari stroke. Ebet Kadarusman, seorang presenter senior, juga akhirnya harus mengembuskan napas terakhir setelah beberapa waktu lamanya harus berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya di ruang HCU 5 RS Hasan Sadikin Bandung, Sabtu 20 Maret 2010.

Menurut berita, Kang Ebet sempat mendapatkan serangan stroke beberapa kali. Pertama kali, ia mendapatkan serangan pada tahun 2002 lalu, dan sempat dirawat di RS Pertamina Jakarta kemudian terkena lagi serangan stroke kedua tahun 2008. Serangan stroke ketiga dialami oleh Kang Ebet sekitar bulan Februari 2010.
Kang Ebet Kadarusman pun meninggal pada usia 75 tahun, meninggalkan 1 orang istri dan 10 orang anak.
Ade Namnung dan Kang Ebet Kadarusman, keduanya adalah dua orang dengan usia yang terpaut jauh.

Hal ini bisa menjadi gambaran, bahwa stroke, si pembunuh nomor tiga ini, kini memang semakin tak mengenal usia. Yang tadinya kejadian stroke banyak menyerang para lanjut usia, kini bisa saja menyerang kita yang masih berusia muda. Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat laporan kejadian stroke pada pasien di rentang usia 15-20 tahun!.

Pola dan gaya hidup kekinian—terlalu banyak mengonsumsi junk food, kurang minum air putih, melupakan istirahat, dan tak ada waktu berolahraga—yang dianut oleh sebagian besar millenial ikut menjadi penyebab penyakit-penyakit mematikan, seperti halnya stroke, semakin cepat datang menghampiri.

Tapi, tunggu. Apa itu stroke?

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak akibat pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, robek atau bocor.

http://www.medicalgraphics.de/en/projects/list-of-projects/projects-2012/key-visual-stroke.html

Ada 2 jenis stroke yang perlu Anda tahu, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Apa perbedaan di antara keduanya?
• Stroke iskemik merupakan stroke yang terjadi akibat tersumbatnya pasokan darah ke otak akibat
gumpalan darah itu sendiri.
• Stroke hemoragik merupakan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang memasok darah
ke otak.

Selain 2 stroke di atas, juga ada yang disebut dengan stroke ringan atau TIA (Transient Ischemic Attack). Stroke ringan ini terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat dan biasanya diawali dengan tanda-tanda pusing, penglihatan ganda, tubuh mendadak lemas, dan sulit berbicara.

Meski mungkin hanya sesaat, tapi itu bukan alasan untuk diabaikan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter, karena bisa saja ini merupakan tanda akan datangnya serangan stroke yang lebih parah..
Sementara masih ringan dan sesaat, kita bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan, agar tak menjadi lebih parah.

Siapa Saja yang Bisa Terkena Stroke?

Ade Namnung dan Ebet Kadarusman hanya dua nama artis yang terkena serangan stroke. Lalu, berapakah orang yang terserang stroke di seluruh Indonesia, atau di seluruh dunia?

Data menyebutkan, bahwa berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1000 penduduk Indonesia! Ouch!

Stroke telah menjadi penyebab kematian utama yang terjadi di hampir semua rumah sakit di Indonesia.
Dan, ini dia mereka yang berisiko terkena stroke:
• Anda yang Perokok
• Anda yang punya pola makan yang terlalu banyak gula, garam, dan lemak
• Anda yang konsumsi alkohol
• Anda yang kurang beraktivitas fisik
Selain terjadi pada orang-orang di atas, stroke biasanya juga merupakan lanjutan dari penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus dan kejang.

Apa yang Terjadi Saat Kita Terserang Stroke?

Yang pasti, akan terjadi penurunan kualitas hidup pada pasien stroke, yang disebabkan oleh keterbatasan gerak, penurunan fungsi kognitif, hingga penurunan kesadaran.
Inilah yang kemudian menyebabkan, pasien pasca stroke seringkali menjadi sangat tergantung pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena, bahkan untuk hal-hal yang paling sepele seperti makan, mandi, berjalan dan sebagainya, mereka harus dibantu.

Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Melawan Stroke?

Karena itu, penting banget untuk kita bisa mengenali gejala stroke sejal awal, agar kita bisa segera meminta bantuan ke fasilitas kesehatan yang memadai sebelum terlambat, dalam rentang waktu golden period (1 – 2 jam setelah serangan). Selengkapnya

Pada saat pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus akibat sumbatan atau bocor, maka sel-sel otak akan mulai mati. Itulah mengapa, semakin cepat penderita ditangani, maka akan semakin kecil peluang kerusakan otak yang terjadi. Bahkan bisa saja kita menghindarkan kematian akibat stroke.

Nah, supaya kita bisa cepat bertindak, maka kenalilah dan waspadai beberapa gejala utama stroke berikut ini:
• Kelemahan anggota gerak satu sisi
• Penurunan fungsi syaraf, berupa kelemahan otot, rasa kebas, kesemutan, nyeri, rasa panas, dan
lainnya pada anggota gerak atau pada wajah.
• Wajah perot sebelah
• Cara berbicara penderita stroke kacau dan tak jelas. Bahkan ada juga yang sampai tak bisa
berbicara sama sekali, padahal mereka sadar 100%.
• Sakit kepala
• Gangguan fokus penglihatan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas yang bersifat mendadak, atau mungkin Anda melihat seseorang yang mengalaminya, maka jangan sia-siakan waktu untuk segera meminta bantuan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mengapa Kita Tak Boleh Menyia-nyiakan Waktu?

Karena waktu merupakan hal yang amat berharga bagi seseorang ketika terkena stroke awal, untuk segera mendapat pertolongan oleh rumah sakit yang terdekat dan mempunyai fasilitas penanganan stroke yang baik.

Pasien stroke yang tidak segera ditolong, atau terlambat ditolong—lebih dari golden period 1 – 2 jam setelah serangan—akan bisa berisiko mengalami kecacatan yang lebih berat. Hal ini disebabkan karena dampak serangan stroke ditentukan oleh penanganan awal yang tepat dan cepat di dalam golden period tersebut.

Seorang pasien stroke yang bisa mendapatkan penanganan yang tepat dalam rentang golden period, akan bisa sembuh total . Bahkan sisa-sisa dampak serangan stroke pun akan tidak terlihat.

Pengobatan Stroke

Stroke bisa diobati dan pengobatannya tergantung dari jenis stroke yang dialami oleh penderita, apakah stroke iskemik ataukah hemoragik.

Pengobatan stroke juga disesuaikan dengan area otak mana yang terkena stroke.

Pada umumnya, stroke diobati dengan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, tingkat kolesterol, serta obat untuk menghilangkan pembekuan darah.

Dalam beberapa kasus serangan stroke, operasi bisa saja diputuskan demi memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh stroke hemoragik, atau untuk menghilangkan lemak yang menumpuk di arteri.

Pastinya pengobatan terhadap penyakit stroke akan memakan waktu lama, dan juga membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Maka, mari lebih perhatian terhadap orang terdekat kita dan juga pada diri kita sendiri. Yuk, coba kita ubah gaya hidup tak sehat kita; makan makanan yang lebih sehat dan bergizi, cukup istirahat, hindari stres, dan berolahraga teratur.

Dan, ingat, saat stroke menyerang, manfaatkanlah waktu dalam rentang golden period tersebut sebaik-baiknya, agar kerusakan otak permanen bisa dihindarkan.

Kenali gejala stroke sedini mungkin untuk bisa menghindari akibatnya!

Mencegah Lebih Baik dari Mengobati!

Mari Cegah Stroke! Dengan langkah CERDIK berikut

Credit Title

  • Penulis                         : Khoirul Fahmi
  • Editor 1                        : Putri Tiara Rosha,SKM.,MPH
  • Editor 2                        : Fitri Handayani,S.Kep.,MPH
  • Content Writer          : Carolina N. Ratri
  • Redaktur 1                  : Dr. Supriyati,S.Sos.,M.Kes
  • Redaktur 2                  : dr. Fitriana,MSc.,FM

Referensi

Riset Kesehatan Dasar. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas2013. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Mungkin Anda juga menyukai