Mengenal Nyamuk Penyebab Demam Berdarah

Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih terus muncul setiap tahunnya. Seperti yang dilansir Kementerian Kesehatan pada tahun 2016, Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD terjadi di 12 Kabupaten dan 3 Kota di 11 Provinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit DBD masih mungkin terjadi kapan saja dan setiap orang perlu waspada dan turut mencegah penyebaranya.

Penyebab penyakit demam berdarah adalah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Nyamuk utama yang menyebarkan virus dengue di Indonesia adalah nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Aegypti menularkan virus dengue kepada manusia melalui gigitan.

Karakteristik Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes aegypti merupakan nyamuk yang khas berwarna gelap dengan pola-pola berwarna putih. Nyamuk ini hidup di sepanjang daerah tropis dan subtropis dan dikenal tidak hanya menularkan penyakit dengue, tapi juga chikungunya, yellow fever dan Zika fever. Nyamuk ini dapat bertahan hidup sepanjang tahun.

Tempat Hinggap

Nyamuk Aedes aegypti sering ditemui di daerah yang memiliki sanitiasi dan kebersihan air yang tidak terawat. Tempat yang berisi air, dekat dengan manusia, berwarna gelap dan terlindungi oleh bayangan berpotensi untuk dihinggapi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur. Hal ini menyebabkan sulitnya melihat jentik-jentik nyamuk secara sekilas.

Beberapa tempat yang sering dihinggapi antara lain:

  • kontainer penyimpanan air
  • vas dan pot bunga
  • ban kendaraan tidak terpakai
  • piring di bawah tanaman
  • ember
  • berbagai jenis kaleng
  • kolam pancaran air
  • bak mandi
  • septic tank
  • sumur dan lain

Siklus Hidup

Aedes aegypti memakan nektar/sari bunga dari tanaman. Meskipun demikian, nyamuk betina perlu menghisap darah agar dapat memproduksi telur. Setelah menghisap darah (manusia maupun hewan), nyamuk betina hinggap di tempat yang berair untuk bertelur. Telur nyamuk Aedes aegypti diletakkan pada dinding bagian dalam tempat penetasan yang basah dan berisi air. Telur dapat bertahan lama sehingga menyebabkan penyebaran telur ke berbagai tempat menjadi mudah.

Telur nyamuk akan berubah menjadi jentik nyamuk yang berenang di dalam air. Jentik nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dewasa dan meninggalkan tempat penetasan. Keseluruhan siklus hidup nyamuk dari fase telur hingga nyamuk dewasa memakan waktu 8 hingga 10 hari pada suhu ruangan.

Gigitan

Nyamuk Aedes Aegypti cenderung menggigit di siang hari. Waktu yang paling aktif bagi nyamuk tersebut diperkirakan 2 (dua) jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Nyamuk Aedes Aegypti dapat juga aktif pada malam hari di tempat dengan penerangan yang cukup. Jarak waktu antara gigitan hingga munculnya gejala penyakit demam berdarah dengue ialah 4 – 10 hari.

Beberapa cara untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk adalah:

  1. Gunakan lotion anti nyamuk (repellent) atau pakaian berlengan panjang, celana panjang dan alas kaki tertutup saat beraktivitas pada waktu-waktu dimana nyamuk sedang aktif
  2. Gunakan selimut saat tidur
  3. Pastikan jendela dan pintu rumah Anda tertutup untuk menghindari masuknya nyamuk ke dalam rumah
  4. Gunakan kelambu di atas tempat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk saat tidur

Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti

Beberapa cara untuk mengendalikan penyebaran nyamuk Aedes aegypti adalah:

  1. Membersihkan tempat penampung atau kontainer berisi air di rumah secara teratur.
  2. Buang atau daur ulang tempat penampung air apabila tidak diperlukan.
  3. Tutup kontainer kosong atau barang yang dapat menampung air untuk mencegah terisinya barang-barang tersebut dengan
  4. Cuci dan gosok tempat pemandian burung dan mangkuk air minum untuk hewan peliharaan seminggu sekali

Sumber: Center for Disease Control and Prevention (CDC), 2016.

Penulis: Faiq Hilmi Yoga Ciptadi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *